EKONOMI POLITIS INFORMASI: ALIRAN DATA TRANSNASIONAL

Sebuah kecenderungan penting dalam aktivitas ekonomis internasional selama dua dekade terakhir adalah meningkatnya peran komunikasi data. Industri intensif-infrmasi seperti perbankan, asuransi, penerbangan, bisnis multinasional dan agensi berita sanat bergantung pada ketersediaan dan persebaran data yang cepat di seluruh dunia. Dengan maksud untuk mentransmisikan informasi manajemen yang penting, perusahaan dan perniagaan yang beroperasi di lebih dari satu negara harus memfasilitasi lini komunikasi data yang dapat diandalkan antara organisasi induk dan cabang mereka. Pemerintah, demikian juga, bersandar pada link data melalui satelit dan kabel untuk militer, diplomatik dan komunikasi teknis dan pengambilan keputusan.

Tipe-tipe komunikasi internasional ini, umumnya dikenal sebagai alur data lintas-batas, Yang dimungkinkan dengan perkembangan sistem komunikasi komputer, penghubungan komputer canggih dalam satu negara ke komputer afiliasi di negara lain, dan melalukan mereka ke terminal jauh. Dengan menyediakan pemrosesan, penyimpanan dan penyajian data yang efektif dalam biaya dan cepat di hampir semua lokasi, penyatuan komputer dan teknologi komunikasi, pada kenyataannya, merupakan prasyarat untuk munculknya alur data lintas-batas.

Pada tahun-tahun terakhir, banyak negara yang mulai peduli dengan pertumbuhan jaringan komputer internasional yang memfasilitasi penyimpanan, transmisi, manipulasi dan penyajian tingkat informasi yang besar. Informasi ini berkisar dari data pribadi tentang kewarganegaraan sampai informasi finansial dan data tentang proses ilmiah dan teknis. Jumlah industri yang terlibat dalam aktivitas sedemikian berkembang dengan cepat.

Ringkasnya, komputerisasi suplai informasi finansial dan komersial telah menjadi sumber laba utama dan prospektif. Tidak terdapat statistik akurat mengenai jumlah total transaksi sedemikian di seluruh dunia, tetapi diperkiakan bahwa industri alur data lintas-batas yang menguntungkan adalah perusahaan multi-milyar-dolar.

Amerika Serikat memprakarsai jalan dalam bidang komunikasi dan teknologi komputer, dan produsen peralatan dan perangkat lunak Amerika mendominasi pasar dunia. Terakhir, Amerika Serikat adalah negara pemrakarsa transmisi dan pemrosesan data di seluruh dunia.

Pendapat beragam mengenai permasalahan ini. pada satu sisi, diungkapkan bahwa jaringan informasi menawarkan kepada negara yang tertinggal akses yang lebih murah dan efektif pada pengetahuan ilmiah dan teknis terkini dari negara-negara berkembang. Klaim lain bahwa negara-negara Dunia Ketiga menemukan diri mereka dalam hubungan ketergantungan, yang menunjukkan bahwa informasi yang ditransfer ke Dunia Ketiga seringkali “tidak sesuai dengan sumber daya, kebutuhan dan iklim negara maju”.

Secara khusus, aliran data lintas-batas didefinisikan sebagai transfer unit informasi yang secara digital terkode untuk pemrosesan, penyimpanan atau penyajian antar batasan nasional. Untuk dikualifikasikan sebagai aliran data lintas-wilayah, proses teknis harus mencakup (1) transmisi, (2) penyimpanan dan (3) pemrosesan. Telepon dan telegraf tradisional sendiri memberikan transmisi, tetapi tidak memberikan penyimpanan ataupun pemrosesan. Penyimpanan data membuka akses yang mudah untuk database yang besar, dan pemrosesan memungkinkan manipulasi data dalam beragam bentuk dan urutan. Definisi ini tidak mencakup aliran data lintas-batas yang dihasilkan dari produk media, seperti siaran berita, pemrograman televisi dan layanan telekomuniikasi konvensional.

Adalah penting untuk dipahami sifat aliran data lintas-batas dalam konteks peserta, muatan, pola dan arahnya. Untuk memastikan bahwa inovasi ini dipergunakan untuk kepentingan kemanusiaan dalam lingungan globalnya, kami harus meguji beragam masalah yang melingkupi aliran data lintas-batas, termasuk implikasi pada kebijakan komunikasi, dan menentukan arah penelitian mendatang.

  1. A. Dari Lintas-batas ke Lintas-Nasional

Aktor utama dalam aliran data diantara batas nasional adalah organisasi antar-negara bagian, antar pemerintah dan organisasi non-pemerintah sebagai penyedia komunikasi privat, biro layanan pemrosesan data, korporasi multinasional dan asosiasi transnasional. Bergantung pada kepentingan khusus mereka dalam aliran data lintas-batas, peserta ini bisa meningkatkan atau membatasi aliran informasi, dengan strategi dan metode yang sangat bervariasi untuk memaksimalkan kepentingan tersebut.

Negara bagian dan korporasi multinasional adalah aktor yang paling signifikan dalam aliran data lintas-batas. Mereka adalah pengguna berat sistem komunikasi komputer internasional, dan mempunyai, mengoperasikan dan mengelola jaringan komunikasi domestik yang mengirimkan dan menerima lalu lintas data internasional. Di Amerika Serikat, sistem komunikasi komputer dioperasikan sebagian baik satu-atap oleh organisasi swasta, atau denan biro servis pemrosesan data untuk konsumen pribadi. Di negara lain dimana layanan komunikasi dioperasikan oleh negara, komunikasi data diberikan melalui fasilitas otoritas pos, telegraf dan telepon (PTT).

Organisasi antar-pemerintah adalah aktor signifikan kedua dalam aliran data lintas-batas. Meskipun penggunaan aktual komunikasi komputer mereka cukup terbatas, organisasi ini memberikan suatu ruang baik untuk mengatur teknologi komunikasi data dan untuk perdebatan dan pengatasan konflik tentang alur data transnasional. The International Telecommunication Union (ITU), sebuah badan khusus di Amerika Serikat, menjalankan perencanaan, pengaturan standar dan fungsi koordinasi untuk fasilitas komunikasi internasional yang berkisar dari telepon dan telegraf sampai penyiaran dan komunikasi data. Meskipun ITU tidak mengoperasikan fasilitas komunikasi, konferensi administratif yang diselenggarakan di bawah sponsorshipnya mempunyai banyak otoritas dalam praktek seperti alokasi frekuensi spektrum radio.

Organisasi internasional lain yang mengambil peran aktif dalam aliran data lintas-batas meliputi the Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), the Council of Europe, dan the Intergovernmental Bureau of Informatics (IBI). Organisasi-organisasi ini secara spesifik terlibat dalam permasalahan dan kontroversi di seputar bidang baru yang berkembang ini.

Selain untuk aktor pemerintah yang kadang memiliki dan mengoperasikan fasilitas komunikasi, terdapat sejumlah penyedia layanan komunikasi swasta dan organisasi jaringan data internasional. Penyedia data internasional seperti RCA Global Communication, ITT World Communication dan Western Union International secara bersama-sama memiliki dan mengoperasikan jaringan komunikasi transnasional dengan the American Telephone and Telegraph (AT&T) dan PTT yang dimiliki negara bagian. Jaringan data internasional seperti SWIFT (sistem transfer antar-bank) dan SITA (jaringan perusahaan pesawat terbang di Eropa) memberikan layanan komunikasi efisien untuk kelompok pengguna spesifik.

Tipe lain aktor non-pemerintah dalam aliran data lintas-batas adalah biro servis pemrosesan data. Sebagai konsolidasi penyedia komunikasi khusus yang menyediakan transmisi dan pemrosesan data, organisasi ini menawarkan layanan komputer internasional secara langsung kepada beragam pengguna di semua negara bagian yang mempunyai kapabilitas transmisi dan ijin untuk akses jaringan tersebut.

Korporasi multinasional membeli dan menggunakan sejumlah besar layanan data dan juga menggunakan transmisi data internasional internal untuk tujuan manajemen. Organisasi intensif-informasi seperti bank, perusahaan kredit dan perusahaan penerbangan komersial adalah pengguna terberat layanan eksternal, sementara perusahaan produksi harus secara internal mentransmisikan dan mengkonsolidasikan sejumlah besar data untuk pengambilan keputusan korporasi. Selain itu, beberapa perusahaan menggunakan komunikasi data berkecepatan tinggi untuk spekulasi mata uang internasional.

Kelompok aktor non-pemerintah terakhir meliputi asosiasi nasional dan transnasional seperti the National Endowment of Science dan the Smithsonian Institution. Organisasi ini menghasilkan dan menyebarkan data ilmiah atau bibliografis melalui jaringan komunikasi komputer internasional.

  1. B. Diversitas Aliran Data

Penggunaan sistem komunikasi komputer transnasional sebagian ditentukan oleh beragam kebutuhan untuk aktor tertentu. Muatan, pola dan arah aliran data lintas-batas menunjukkan tugas khusus yang diampu pada setiap komunikasi data menurut diversitas kebutuhan pelaku.

Eric Novotny telah mengidentifikasikan empat tipe muatan aliran data:

  • Data Operasional terdiri atas aliran data lintas-batas yang mendukung keputusan organisasional atau menopang fungsi administratif tertentu.
  • Data transaksi finansial menunjukan informasi yang menghasilkan kredit, debit, dan transfer uang yang berbeda dari data operasional yang memuat informasi finansial. Sementara aliran data finansial yang tidak terbatas memungkinkan pengaturan finansial yang mudah, ini juga mempersulit pemerintah untuk mengendalikan spekulasi mata uang.
  • Data teridentifikasi personal memuat informasi yang berhubungan dengan kredit dan riwayat medis, catatan kriminal, status ketenagakerjaan dan reservasi travel, atau hanya nama-nama atau nomor identifikasi. Data teridentifikasi personal bisa juga muncul dalam data transaksi operasional atau finansial.
  • Data ilmiah dan teknis meliputi hasil eksperimen, survey, pengukuran lingkungan dan meteorologis, dan statistik ekonomis. Database bibligrafis dan perangkat lunak untuk memproses data mentah juga disediakan untuk komunitas ilmiah internasional melalui sistem komunikasi komputer.

 

Seperti ditunjukkan dalam Gambar 6.1, pola pergerakan aliran data lintas-batas juga dibagi dalam empat tipe umum:

  • Aliran konsolidasi menunjukkan hubungan subsider sederhana dimana entitas subsider di negara A mentransfer informasi satu rah ke kantor pusat di negara B. Kantor pusat mengkonsolidasikan data tersebut dari sejumlah subsider.
  • Aliran distribusi terjadi ketika entitas tersentral mendistribusikan data ke beberapa entitas subsider. Aplikasi tipe aliran ini mencakup update ke database lokal, pesanan dan laporan keuangan, dan instruksi atau informasi serupa yang ditransmisikan ke subsider.
  • Aliran jaringan transnasional umumnya meliputi pemrosesan sepreti pengaturan biro servis dimana subsider di satu negara menggunakan fasilitas komputer induk di negara lain. Lalu lintas dua arah terjadi karena tujuan pengaksesan yang utama komputer induk tersebut adalah untuk menggunakan databasenya.
  • Aliran jaringan multinasional adlah pola yang lebih kompleks dimana aliran data dikarakteristikkan dengan interaksi multi-pengguna dan multi-induk. Informasi dan pemrosesan dapat tersentralisir, terdistribusi, atau keduanya.

 

Dalam proses ini, pertimbangan yang lebih penting adalah apakah tipe pengaturan aliran data tertentu memunculkan masalah kesesuaian hukum. Pada umumnya, kondisi regulasi sangat dipengaruhi oleh arah transmisi, lokasi geografis dan fungsi pemrosesan dan penyimpanan, dan yang paling penting, lokasi pengguna.

Pola direksional ini lebih lanjut dikuatkan dengan distribusi yang tidak merata teknologi komunikasi komputer antar negara. Kapasitas pemrosesan data yang terbatas tersedia di negara-negara ‘miskin komputer’, banyak diantaranya berlokasi di Dunia Ketiga, yang memunculkan kebutuhan bagi mereka untuk mengekspor data mentah untuk pemrosesan dan mengimpor kembali data yang telah diproses.

Seperti yang Gamabr 6.2 tunjukkan, siklus dalam aliran data internasional ini adalah analogi pada siklus dalam bidang perdagangan lain dimana negara-negara yang secara industrial tertinggal mengekspor bahan mentah ke negara industri untuk pemrosesan dan kemudian membeli kembali produk jadi yang lebih mahal. Kelihatan jelas kurangnya pertukaran data diantara negara-negara berkembang. Dalam ketiadaan komunikasi efektif untuk mengintegrasikan dan mewakili kepentingan Dunia Ketiga, hubungan ketergantungan mereka dengan dunia industri semakin memburuk.

  1. C. Dari Privasi ke Kedaulatan

Masalah dan kontroversi dalam aliran data lintas-batas, meskipun berkisarn luas dan tampaknya tidak berhubungan, menunjukkan konteks umum kepentingan yang bertentangan diantara aktor-aktor dan peserta dalam komunikais komputer internasional. Dalam salah satu penelitian awal aliran data lintas-batas, Allen Gotlieb, Charles Dalfen dan Kenneth Katz pada tahun 1974 mengungkapkan bahwa permasalahan komunikasi komputer seharusnya ditinjau dalam hal ‘ketegangan antara kepentingan wilayah yang bertentangan dalam melindungi, memelihara dan mengendalikan informasi pada satu sisi, dan mengimpor, mengekspor dan bertukar gagasan di lain sisi – keduanya dalam arah tujuan wilayah dan dalam dukungan kebijakan nasional.

Sudut pandang ini diungkapkan oleh Novotny pada tahun 1981:

Kompetisi antara kepentingan eksklusif kontrol informasi dan kepentingan inklusif transfer informasi yang tak terbatas antar batas nasional adalah akar kontroversi. Kepentingan inklusif meliputi prinsip, praktek dan kebijakan yang dikelompokan dalam pengertian “aliran informasi bebas” umum. Kebijakan ini meningkatkan pembagian, penggunaan, kesenangan dan pertukaran aliran data lintas-batas yang tinggi. Prinsip, praktek, dan kebijakan yang mewakili kepentingan eksklusif dikelompokkan dalam pengertian “kedaulatan terhadap informasi” dan meningkatkan penggunaan, akses terbatas, konservasi, penolakan yang terbatas dan transfer informasi yang rendah.

Dalam proses penyeimbangan manfaat yang bersaing peningkatan dan pembatasan aliran informasi, aliran data lintas-batas mencakup beragam masalah. Permasalahan pertama yang muncul dari aktivitas aliran data lintas-batas berhubungan dengan perlindungan privasi personal – hak individu yang berhubungan dengan pengumpulan, penyimpanan, persebaran dan pengunaan informasi tentang mereka. Ketika perkembangan teknologi komunikasi komputer pada awal tahun 1970 memungkinkan untuk menyimpan sejumlah besar informasi pribadi dalam database asing yang hanya dibatasi oleh hukum negara induk, sejumlah negara mulai menyadari kebutuhan akan hukum dan kebijakan untuk menjaga privasi warga negaranya.

Sementara regulasi bervariasi dari negara satu ke negara lain, kebanyakan negara mengikuti prinsip perlindungan privasi yang dimuat dalam Undang-undang Kewajaran Praktek Informasi:

  1. Keterbukaan, Tidak boleh terdapat sistem pengelolaan catatan data pribadi rahasia.
  2. Akses individual, Harus terdapat cara bagi individu untuk menemukan data personal apa yang dicatat tentang mereka dan bagaimana data tersebut digunakan.
  3. Partisipasi individual. Harus terdapat cara bagi individu untuk membenahi atau mengembangkan data personal tentang diri mereka sendiri.
  4. Koleksi. Harus terdapat batasan pada jenis data pribadi yang organisasi bisa kumpulkan dan metode yang dipergunakan.
  5. Penggunaan. Harus terdapat cara bagi individu untuk menghindarkan penggunaan data personal mereka untuk tujuan selain penggunaan dimana mereka dikumpulkan.
  6. Pengungkapan. Harus terdapat batasan pengungkapan eksternal data pribadi yang mengelola catatan yang organisasi bisa buat.
  7. Manajemen informasi. Semua pengelolaan catatan yang organisasi buat, keola atau gunakan catatan data pribadi yang harus menerapkan kebijakan manajemen data.
  8. Akuntabilitas. Organisasi pengelolaan catatan harus dapat dipertanggungjawabkan untuk operasi mereka yang berhubungan dengan data pribadi.

 

Hukum perlindungan privasi dan informasi yang adil, meski demikian, tidak diberlakukan oleh semua negara. Kebanyakan negara bagian tidak mempunyai tradisi politik atau ekonomi yang mengharuskan ketentuan hukum untuk data personal berproses-komputer.

Selain itu, hak privasi individu di suatu negara mungkin tidak sesuai dengan hak privasi di negara lain dimana data personal diekspor. Masalah dan konflik hukum untuk tingkat perlindungan privasi yang berbeda di seluruh dunia telah mendorong beberapa badan internasional untuk membuat standar. Pada tahun 1980, “pedoman Pelaksanaan Perlindungan Aliran Data Privasi dan Lintas-batas data Pribadi” OECD dipergunakan oleh 18 dari 24 angota pemerintah. Pada tahun yang sama, Dewann Eropa menggunakan “Konvensi untuk Perlindungan Individu dalam Hubungannya dengan Pemrosesan Data Pribadi Otomatis.” Sementara pedoman OECD adalah sukarela dan dimaksudkan untuk membeirkan satndar semenara tanpa memunulkan hambatan yang tidak tepat untuk aliran data lintas-batas, Dewan Konvensi Eropa berusaha untuk mendorong prinsip umum praktek informasi yang wajar diantara anggota-anggotanya.

Permasalahn lain dalam aliran data lintas-batas adalah pertanyaan tentang kedaulatan nasional, yang muncul keika informasi penting yang mempengaruhi pengambilan keputusan nasional diproses dan disimpan dalam database asing. Kedaulatan nasional – kemampuan negara untk mempengaruhi arah politik, ekonomi dan perubahan sosiokulturalnya – bisa sangat terganggung jika pengetahuan tentang kisaran alternatif sepenuhnya terbuka untuk suatu negara dalam situasi tertentu adalah terbatas dikarenakan akses yang terbatas pada informasi relevan atau kapasitas yang tertingal untuk menerapkan teknologi yang diperlukan.

Didorong dengan kekhawatiran kerentanan, banyak negara bagian menandalkan pada pembatasan aliran data lintas-batas yang lebih jelas. Sebuah penelitian oleh pemerintah Kanadea menyimpulkan bahwa “pemerintah harus bertindak dengan segera untuk menagtur aliran data lintas-batas untuk memastikan kita tidak kehilangan kontrol informasi penting untuk menjaga kedaulatan nasional.” Mungkin dampak yang paling signifikan teknologi komunikasi komputer pada kedaulatan nasional adalah transformasi konsep kedalatan sepreti diunkapkan dalam pengertian geografis untuk kedaulatan informasi. Saat peran informasi dalam manajemen meluas, ini semakin dikenal sebagai sumber dimana negara bagian harus menjalankan kontrol. Aliran data lintas-batas, meskii demikian, telah menjadi masalah yang sulit bagi banyak negara bagian. Telah dinyatakan bahwa negara mengukur kedaulatan politik dengan mengendalikan terhadap sumber daya, termasuk informasi. Aliran data lintas-batas yang tidak diatur menurunkan kedaulatan ini.

Namun ketika muncul regulasi aliran data internal, neara bagian memang memberikan penegasan kekuasaan. Atas nama keamanan nasional, otoritas pemerintah mempunyai kekuasaan yang besar untuk melibatkan diri dalam perpotongan telekomunikasi dan monitoring data otomatis.

Kedaulatan suatu bangsa tidak hanya terancam oleh neara lain, tetapi oleh korporasi multinasional, mungkin aktor non-negara bagian yang paling kuat dalam aliran data lintas-baas. Ancaman utama adlah dalam konteks spekulasi mata uang internasional. Didorong dengan komputerisasi sistem perbankan global, korporasi multinasional mampu melakukan pinas kebijakan moneter nasional. Sebuah penelitian oleh pemerintah Perancis melaporkan bahwa negara tidak lagi mengendalikan aliran kas internasional dan kredit yang didistribusikan melalui jaringan khusus. Mereka menyimpulkan bahwa adalah mungkin untuk menerapkan “kebijakan finansial yang terpadu” karena transfer mata uang elektronik di seluruh dunia membuat sistem pertukaran tersebut “mudah menguap”. Perkembangan berkelanjutan dari teknologi baru cenderung menguatkan ancaman pada kedaulatan nasional dan reaksi negara bagian terkait dengannya.

Masalah besar lain dalam perdebtan terakhir tentang ekonomika aliran data lintas-batas adlah keyakinan yang berkembang bahwa informasi adalah sebuah komoditas yang seharusnya dikenakan pajak dan diatur saat ini melintas bataan nasional. Dengan maksud melindungi industri dan pasar informasi domestik dari penetrasi asing, sejumlah negara telah membangun penghambat ekonomis mencakup tariff, penentuan harga diskriminatif, standar teknis yang tidak konsisten, monitoring informasi, regulasi pemerintah yang berlebihan dan pembatasn masuk pada pasar.

Pemerintah juga membeirkan hambatan aliran informasi dengan penghambat non-tarif, seperti regulasi yang mengharuskan registrasi database (Swedia), pemrosesan data dalam negara induk (Jerman), pembelian perangkat komputer dan komunikasi domestik (Brazil), dan pembatasan penggunaan saluran privat (Jepang). Banyak pemimpin bisnis peduli tentang dampak ekonomis undang-undang perlindungan data priabadi yang memunculkan risiko pengungkapan informasi kepemilikan pada pihak ketiga yang tidak diketahui, dan juga kemungkinan motif proteksionis yang mendasari alur hukum tersebut.

Pemerintah dan bisnis AS merasa pembatas pada aliran data lintas-batas ini sebagai ancaman serius yang mempengaruhi tidak hanya operasi perusahaan individual tetapi efisiensi dan pertumbuhan keseluruhan industri seperti perbanan. Regulasi perbankan Kanada, midalnya, mengharuskan bank untuk memproses dan mengelola salinan di Kanada semua data yang berhubungan dengan konsumen Kanada, dengan demikian memaksa perusahaan asing untuk membangun fasilitas pemrosesan data di dalam negara tersebut.

Dampak aliran data lintas-batas tidak terbatas paa lingkup kecil negara-negara industri Barat. Pada sisi dimana informasi merupakan satu basis kekuatan, akses pad informasi dan kemampuan untuk menggunakannya dapat memberikan bebeapa negara keunggulan plitis, ekonomis dan sosial dibanding yang lain. Negara –negara Dunia Ketiga khawatir bahwa tekonologi komputer yang tertinggal dan kurangnya akses pada pasar data internasional akan menghambat partisipasi mereka dalam ekonomi dunia yang mendasrkan informasi yang berkembang, dan mengabadikan ketergantungan mereka pada dunia maju.

Seperti yang laporan oleh Sentral PBB untuk Kerjasama Transnasional (UNCTC) ungkapkan, aliran data lintas-batas memunculkan beragam potensi baik untuk membantu dan menghambat proses perkembangan dunia ketiga. Dengan memberikan akses instan pada kumpulan pengetahuan terbaru yang beragam, aliran data lintas-batas bisa memberikan negara berkembang lebih banyak informasi tentang alternatif dan membeirkan kontribusi pada alokasi sumber daya internasional yang lebih efisien, yang pada gilirannya, akan mempercepat produktivitas dan pertumbuhan ekonomis. Pada sisi lain, ketidakseimbangan terakhir dalam pasar data internasional dan tingkat teknologi komputer terkait mengindikasikan bahwa aliran data lintas-batas telah menguatkan pembagian tenaga kerja internasional – neara Dunia Ketiga mensuplai bahan mentah (data) kepada negara maju dan kemudian menerima barang jadi (data).

Adalah dalam konteks ini bahwa beberapa forum internasional mulai menunjukkan perhatian Dunia Ketiga untuk distribusi data dan teknologi yang lebih merata. Pada tahun 1978 IBI mensponsori bersama UNESCO sebuah Konferensi Antar Pemerintah mengenai Strategi dan Kebijakan dlam Informasi (SPIN), dimana neagra berkembang membahas metode penurunan ketergantungan mereka pada Amerika Serikat dan Eropa untuk pemrosesan data, layanan komunikasi dan produknya. Pada tahun 1980, IBI menyelenggarakan Konferensi tentang Kebijakan Aliran Data Lintas-Batas yang diprakarsai oleh Partai Kerja Internasional untuk menjalankan riset tentang topik seperti perlindungan data, kedaulatan nasional dan dampak ekonomis aliran data lintas-batas.

Yang semakin berkembang pada permasalahan dalam forum ini adalah asumsi bahwa aliran data bebas diantara batasan nasional adalah menguntungkan bagi semua. Herbert I Schiller telah mencatat bahwa aliran informasi bebas telah dan merupakan ebuah “mitos”. Terdpat “selektor dan pengontrol,” yang “menggerakkan dan membentuk pesan yang bersirkulasi didalam masyarakat.” Kekhawatiran dan frustrasi negara-negara Dunia Ketiga diperburuk oleh korporasi multinasional yang sekarnagmenyeleksi dan mengontrol segmen aliran data dunia yang besar.

Pada Konferensi tentang Teknologi Baru dan Tatanan Informasi Internasional Baru tahun 1982, delegasi  Kuba menuntut tatanan alternatif dalam aliran informasi internasional. Mereka menyarankan penolakan aliran bebas atas nama pembentukan “kebijakan komunikasi nasional otonom yang terkoordinasi, yang diartikulasikan pada sektor pendidikan dan kultural …” dengan situasi ekonomi dan politi sekarang di seputar aliran data lintas-batas, meski demikian, negara Dunia Ketiga cenderung mengikuti alur yang berbeda dimana mereka akan mendobrak keseimbangan antara penerimaan total dan penolakan total dari doktrin aliran bebas ini.

Realisasi yang semakin meningkat dari peran kritis teknologi komunikasi komputer dlam pembangunan ekonomi dan sosial telah mendorong beberapa neara maju dan berkembang untuk mempersiapkan strategi komprehensif untuk penggunaan sumber daya dan industri informasi. Karena aliran lintas-batas mencakup beragam permasalahan ekonomis dan politis, kebijakan komunikasi nasional cenderung merefleksikan pandangan setiap negara tentang aliran informasi internasional.

Sementara masalah aliran data lintas-batas telah berkembang, dari perhatian awal terhadap perlindungan privasi sampai perhatian pada kedaulatan dan perdagangan nasional, literatur tentang aliran data juga telah berkembang pesat dalam volume dan ruang lingkup. Relatif besar jumlah penelitian berorientasi keibjakan yang mengungkap bahwa penelitian dalam sifat aliran data lintas-batas berawal di neagra yang mencari ukuran yang tepat untuk menggabungkan aktivitas komunikasi baru ini dalam perencanaan nasional untuk pembangunan ekonomis dan sosial.

Kontroversi terakhir yang berhubungan dengan aliran data lintas-batas dapat dimunculkan sebagian besar pada ketidakmampuan rezim hukum internasional sekarang untuk mengakomodir perubahan yang diakibatkan dai perkembangan teknologi komputer yang cepat. Konsep kedaulatan nasional tidak lagi dapat dipertimbangkan dalam pengertian geografis saja. Informasi semakin dipandang sebagai komoditas yang dapat dibeli, dijual dan dikenakan pajak. Konvensi berarti tentang perlindungan privasi yang dihadapkan dengan kapabilitas koputer untuk memproses dan menyimpan sejumlah besar data di lokasi manapun. Konsep copyright bergerak melalui perubahan undamental dikarenakan kemampuan komputer untuk menulis, merevisi, mengedit dan merubah progarm dan teks tanpa memunculkan salinan kertas.

Dalam hal perkembagan ini, terdapat beberapa kemungkinan bidang riset mendatang. Pertama, terdapat kebutuhan mendesak untuk pembentukan infrastruktur hukum internasional. Meskipun penganjur ‘aliran bebas’ khawatir bahwa badan pemerintah akan mengakibatkan pembatasan terhadap aliran data lintas-batas yang lebih besar, mereka mengakui kbutuhan akan kesepakatan multilateral untuk memfasilitasi pertukaran informasi internasional.

Sementara mengembangkan dan menerapkan kesepakatan internasional, adalah penting untuk membangun status sekarang dan arah teknologi informasi mendatang. Kebanyakan peneliti Amerika berpendapat bahwa keputusan prematur yang menciptakan kesepakatna yang mengikat akan menghambat perkembangan teknologis dan aktivitas ekonomis. Mereka yakin bahwa dunia akan paling terlayani dengan ‘pencairan aturan konflik’ dan ‘kerangka kerja pengatasn kesulitan yang muncul dari beragam aturan dan regulasi nasional.”

Pad asisi lain, Eropa dan negara-negara Dunia Ketiga yakin bahwa teknologi komunikasi komputer telah mencapai tahap dimana mereka bisa dikendalikan oleh negara untuk melindungi kepentingan mereka. Dengan maksud mengatur aspek ekonomis aliran data lintas-batas, telah disarankan bahwa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang sebelumnya dikenal sebagai Kesekpatan Umum pada Tarif dan Perdagangan (GATT) diberlakukan. Beberapa yakin WTO adpat berfungsi sebagai “forkum multinasional fleksibel yang dapat memperluas mandatnya untuk mengakomodir permasalahan perdagangan baru, termasuk aliran data internasional.”

Sementara sebuah laporan oleh PBB mempretimbangkan lingkungan hukum yang relatif tidak pasti ini sebagai “prasyaraat yang menguntungkan untuk pendekatan kooperatif,” yang lain mengungkapkan keraguannya. Semua formulasi infrastruktur hukum internasional cenderung terjadi sebagai usaha untuk menyeimbangkan kebutuhan dan permintaan negara yang bertentangan.

Riset kedua berhubungan dengan mandat dan pemeriksaan empiris dari muatna aliran data lintas-batas dan dampak yang dihasilkan. Dikarenakan sifat kepemilikan data yang mengalir antar batas nasional, adalah sulit untuk mengidentifikasikan dengan tepat data apa yang mengalir dan dengan dampak apa. Mayoritas besar aliran data adalah privat dan diluar pengamatan publik.

Terdapat kepentingan riset lain dalam dampak aliran data lintas-batas tentang Dunia Ketiga. UNCTC khususnya telah aktif dalam monitoring masalah aliran data lintas-batas dari sudut pandang ini. Dalam sebuah laporan kepada Sekretariat, UNCTC telah mengidentifikasikan usaha untuk menetnukan bagaimana aliran data lintas-batas “dapat dipergunkan oleh neagra induk untuk membantu mereka dalam menegosiasikan kontrak dan kesepakatan yang menguntungkan pada kisaran interaksi sepenuhnya dengan negara maju dalam korporasi pada umumnya dan transnasional pada khususnya.”

Dalam konteks airan informasi internasional yang lebih besar, aliran data lintas-batas memunculkan kisaran masalah yang luas yang belum dieksplorasi. Seiring perkembangan teknologi baru yang cepat terus merubah perepsi ekonomi dan politik tradisional, perubahan fundamental dalam struktur dan komunikasi global telah diduga. Ilmuwan aliran data lintas-batas akan memainkan peran penting dan menantang dalam mengawal perubahan ini.

 

  1. D. Layanan Perdagangan dan Informasi

Seiring horison teknologi komunikasi baru meluas, semua pihak berbicara tentang manfaat potensial inovasi baru untuk kemanusiaan jika dipergunakan menurut saran tertentu. Pendukung yang paling antusiastik melihat perkembangan teknologis sebagai pertandfa era baru perkembangan yagn muncul dan layak. Yang lain melihat mereka sebagai sarana baru dimana yang kaya akan menjadi semakin kaya dengan risiko si miskin jika aplikasi mereka tidak secara seksama diarahkan pada perubahan dalam status quo.

Pemindaian jarak jauh, seperti didefinisikan oleh Komite Persatuan Bangsa-bangsa tentang Penggunaan Angkasa Luar yang Aman (UNCOPUOS), adalah “Sebuah sistem metode untuk mengidentifikasikan sifat dan/atau menentukan kondisi objek di permukaan bumi, dan fenomena diatas, dibawah atau diatasnya, dengan sarana observasi dari platform udara atau luar angkasa” (Dokumen PBB A/AC.105/98, 20.1.72). Dengan demikian, istilah “pemindaian jarak jauh” tidak hanya menunjukkan aktivitas pemindaian satelit canggih seperti Landsat, tetapi juga operasi fotografi aerial konvensional. Meskipun definisi ini meliputi sistem satelit lain (misalnya, satelit meteorologi dan Seasat), sistem yang paling kontroversial tetap sistem Landsat AS. Kemampuan satelit ini untuk memindai dan ‘memfoto’ negara-negara dari orbit matahari sejauh 705 km tanpa sepengetahuan atau ijin negara yang dipindai, dikombinasikan dengan jumlah informasi yang dihasilkan berhubungan denan sumber daya alam, telah memunculkan perdebatan hebat terhadap permasalahan seperti keamanan dan kedaulatan nasional.

Teknologi pemindaian jarak jauh dengan satelit bumi buatan mempunyai nilai potensial dalam sejumlah bidang. Pada kenyataanya, bagi banyak negara, keuntungan pemindaian jarak jauh sangat banyak. Dengan terus memberikan gambaran sinoptis tentang permukaan bumi, pemindaian jarak jauh dapat berguna dala bidang-bidang seperti manajemen sumber daya, analisis penggunaan tanah, studi kualitas air, pengatasan bencana, prediksi panen, dan perlindungan lingkungan.

Pada awal tahun 1970an, pemindaian jarak jauh menjadi satu masalah perdebatan dalam Komite Ruang Angkasa Persatuan Bangsa-Bangsa. Proposal sebelumnya oleh Perancis dan Uni Sovyet telah mengungkapkan kedaulatan negara terhadap, tidak hanya sumber dayanya, tetapi informasi yang berhubungan dengan sumber daya tersebut. Proposal tersebut menekankan bahwa pengintaian negara harus mempunyai ‘ijin sebelumnya’ dari negara yang diintai sebelum mentransmisikan data pemindaian jarak jauh kepada negara ketiga, didasakran pada asumsi bahwa pemindaian jarak jauh bukanlah eksplorasi ruang angkasa tetapi eksplorasi bumi dari ruang angkasa.

Penganjur regulasi yang ketat terhadap pemindaian jarak jauh mendukung posisi mereka dengan Pasal III Perjanjian Angkasa Luar, yang memunculkan kewajiban negara untuk menjalankan aktivitas dalam eksplorasi dan menggunakan ruang angkasa sesuai dengan hukum internasional, termasuk Piagam Persatuan Bangsa-Bangsa. Pada tahun 1974 bersama Brazil mensponsori proposal yang bahkan lebih ketat untuk regulasi pemindaian jarak jauh daripada proposal yang didukung oleh Uni Sovyet dan Perancis. Tidak hanya diajukan perjanjian yang mengklaim bahwa informasi tentang sumber daya alam yang harus dimasukan dalam hak kedaulatan negara, teatpi juga “akan melarang semua aktivitas pemindaian jarak jauh yang berhubungan dengan sumber daya alam dalam yurisdiksi nasional tanpa ijin terlebih dahulu.”

Amerika Serikat sangat menentang rancangan perjanjian Perancis/Uni Sovyet dan Brazil/Argentina, dengan mengindikasikan bahwa “persebaran data yang bebas dan terbuka yang diperoleh dari pemindaian jarak jauh tidak mempunyai basis hukum.” Petanyaan tentang bagaimana membentuk beberapa jenis badan internasional untuk mengkoordinasikan dan mengawasi pekerjaan dalam pemindaian jarak jauh juga menerima perhatian dalam beberapa pertemuan UNCOOPUOS. Sementara perdebatan tentang hal ini terus berlanjut, tingkat konsensus tertentu telah dicapai pada sejumlah prinsip. Telah disepakati bahwa pemindaian jaraj jauh seharusnya dijalankan:

  1. untuk kemanfaatan dan untuk kepentingan semua negara;
  2. sesuai dengan hukum internasional;
  3. untuk meningkatkan kerjasama internasional dan memaksimalkan ketersediaan manfaat;
  4. untuk mencegah fenomena yang merusak pad lingkungan alam bumi;
  5. menurut negara yang menyediakan bantuan teknis ke negara lain yang tertarik;
  6. dengan PBB yang memainkan peran yang berguna dalam koordinasi aktivitas pemindaian jarak jauh;
  7. dengan informasi yang mengindikasikan bencana alam yang akan terjadi yang disediakan untuk memberitahukan kepada negara terkait secepat mungkin;
  8. tanpa penggunaan data yang disengaja untuk merugikan negara lain.

 

Adalah aman untuk mengatakan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi, usaha untuk membangun prinsip hukum dan untuk memfasilitasi kerjasama dalam bidang ini akan berlanjut. Adalah juga mungkin bahwa kepentingan perusahaan komersial di Barat (khususnya di Jerman, Jepang dan Amerika Serikat) dalam menjalankan satelit pemindaian jarak jauh mereka sendiri akan terus memunculkan perhaitan yang semakin besar dalam Dunia Ketiga.

 

  1. E. Aliran Informasi Sumber Daya Planet

Masalah yang terckup dalam pemindaian jarak jauh adalah banyak. Dalam ruang lingkup ekonomis, transisi pemindaian jarak jauh dari pryek eksperimental oleh NASA untuk komoditas pasar yang dapat dieksploitasi dalam bantuan Departemen Perdagangan AS mengilustrsikan konteks yang berubah-ubah dengan cepat dimana sumber daya ini dinidikaji.

Meskipun konsensus umum adalah bahwa sekarang ini tidak terdapat pasar yang akan membuat komersialisasi sistem Landsat yang secara ekonomis mungkin, penelitian the Metrics Inc. mengindikasikan bahwa bidang tersebut dapat sangat menguntungkan. Frederick Henderson of Geosat, sebuah venture kerjasama perusahaan privat besar yang menggunakan data Landsat, menyatakan bahwa “teknologi tersebut setingkat diatas aplikasinya.” Saat Henderson berspekulasi pada tahun 1980, pasar sekarang, pada tahun 1990an, terpisah ke dalam dua bidang yang terpisah: operasi satelit itu sendiri dan interpretasi ‘nilai tambah’ dari data tersebut untuk konsumen seperti perusahaan minyak dan perusahaan pertanian.

Telah diungkapkan bahwa industri biasanya mencoba untuk menggelapkan pemasarannya melalui pihak ketiga seperti perusahaan konsultan atau kooperatif seperti Geosat,. Perusahaan mineral dan minyak akan lebihjauh mencoba menutupi kepentingannya dengan ‘overbuying” (membei gambaran dalam tiga atau empat negara bagian yang berbeda untuk mengalihkan pengamat manapun dari kepentingan mereka sebenarnya dlam area yang kecil). Pembelian pemerintah negara bagian dan lokal juga dikaburkan dengan membeli dari institusi akademis. Institusi tersebut, pada gilirannya, leibh jauh memengacaukan gambaran tersebut dengan mereplikasi apa yang telah mereka beli dan saling bertukar dengan institusi yang lain.

Faktor-faktor institusional dan politis dalam pemindaian jarak jauh terutama berkembang di seputar pemerintahan AS. Pergeseran operasi dari NASA ke NOAA dalam Departemen Prdagangan telah memperkenalkan filosofi baru tentang sifat program tesebut: bahwa pling tidak ini seharusnya impas, atau mungkin memberikan laba.

Masalah hukum yang terkait dalam pemindaian jarak jauh adalah beragam dan kompleks. Dalam menguji beberapa literatur yang dihasilkan dalam bidang ini selama tiga dekade terakhir, adalah jelas bahwa banyak pendekatan yang diajukan untuk mengatasi masalah ini melalui badan internasional telah kehilangan ketepatan mereka karena perkembangan teknis yang telah membuatnya usang.

Faktor-faktor teknis yang terkait dalam pemindaian jarak jauh cukup jelas dari bagian sebelumnya bab ini. dampak utama dari aspek teknis adalah dalam area pengambilan keputusan, dimana perkembangan teknologis telah mendahului konsensus yang ada pada koleksi dan distribusi data yang dipertanyaakn. Karena data ini juga bebas disebarkan kepada mereka yang dapat membayar, semua proposal untuk pembatasan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa sekali lagi akan terlambat untuk efektif.

Dampak aliran informasi ini jelas dalam aplikasinya yang luas. Tidak diragukan, jumlah negara yang telah diperkaya melalui penggunaan gambaran pemindaian jarak jauh adalah banyak. Contoh yang disebutkan dalam bidang ini hanya sekelumit pemukaan aplikasi data dalam 20 tahun terakhir.

Meskipun efek aliran tersebut pada industri swasta adalah tidak mungkin untuk diukur dikarenakan praktek pembelian samar yang disebutkan sebelumnya, kenyataan bahwa persentase terbesar pembeli adalah industri yang mengindikasikan bahwa data tersebut berharga dalam banyak bidang.

Tujuan dan maksud dari aliran informasi vertikal ini semata-mata teknis. Literatur dalam bidang ini dibagi ke dalam sekitar tiga bidang yang berbeda: (1) pekerjaan teknis pada permasalahan kepentingan ilmiah atau mekanis spesifik, (2) laporan proyek lapangan dan usaha dalam transfer teknologi, dan (3) perkiraan biaya-manfaat atau pekerjaan pada potensial atau prospek untuk teknologi di negara berkembang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s