Acuan,Kedudukan Jarak dan Perpindahan

Setiap gerak benda, misalnya gerak mobil atau motor di jalan, gerak kereta api, pesawat, orang yang berlari, jalan, gerakan benda-benda angkasa merupakan kejadian yang selalu kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu fisika yang mempelajari gerak benda, konsep gaya dan energi yang berkaitan disebut mekanika. Mekanika terdiri dari dua bagian, yaitu Kinematika (ilmu fisika yang membahas tentang gerak benda tanpa mempersoalkan penyebabnya) dan Dinamika (ilmu fisika yang menjelaskan gaya sebagai penyebab gerakan benda dan membahas mengapa benda bergerak demikian).

Terdapat beberapa jenis gerak benda dalam kehidupan sehari-hari, yang akan kita pelajari pada pokok bahasan Kinematika, antara lain gerak translasi (gerak benda pada jalur atau lintasan yang lurus, yang merupakan gerak satu dimensi),gerak parabola (gerak yang lintasannya melengkung) dan gerak melingkar (gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran).


Titik Acuan

Apabila kita mengukur posisi suatu benda, jarak atau kelajuan (skalar) maka kita harus berpatokan pada suatu kerangka acuan. Misalnya, ketika kita berada di atas mobil yang bergerak dengan laju 60 km/jam, sebenarnya kita sedang bergerak di atas permukaan bumi, sehingga kelajuan mobil tersebut berpatokan pada bumi sebagai kerangka acuan. Atau ketika berada di dalam kereta api yang bergerak dengan laju 70 km/jam, kita melihat seorang yang berjalan menuju kita misalnya dengan laju 6 km/jam. laju orang yang berjalan tersebut sebenarnya kita tetapkan dengan berpatokan pada kereta api sebagai kerangka acuan, sedangkan laju kereta sebesar 70 km/jam berpatokan pada permukaan bumi sebagai kerangka acuan. Apabila orang tersebut berjalan searah dengan gerak kereta api maka kelajuan orang tersebut 76 km/jam, terhadap bumi sebagai kerangka acuan. Dalam kehidupan sehari-hari, ketika menyebutkan kelajuan suatu gerak benda, maksud kita sebenarnya terhadap bumi sebagai kerangka acuannya, hanya hal tersebut jarang dikatakan. Walaupun demikian, kerangka acuan harus ditetapkan agar tidak timbul kerancuan alias kebingungan.

Selain kelajuan, jarak juga bergantung pada kerangka acuan. Sebagai contoh, tidak ada artinya jika saya mengatakan Kampus III Universitas Sanata Dharma berjarak 200 m, kecuali jika saya menambahkan Kampus III Universitas Sanata Dharma berjarak 200 m dari stadion sleman (di yogya, kalo ga tahu tempatnya maenlah kalo ada waktu). Dengan demikian, Stadion Sleman digunakan sebagai kerangka acuan. Dalam mengatakan kecepatan (vektor) gerak suatu benda, selain menyebutkan acuannya, kita juga harus mengatakan arah gerak. Dalam fisika, kita sering menggunakan sumbu koordinat untuk mengatakan kerangka acuan.

Benda-benda yag terletak di sebelah kanan titik asal (0) pada sumbu x memiliki koordinat x positif dan titik di sebelah kiri 0 memiliki koordinat x negatif. Posisi sepanjang sumbu y biasanya dianggap positif jika terletak di atas nol dan negatif bila terletak di bawah nol (ini hanya merupakan ketetapan).

Kedudukan

Kedudukan merupakan posisi/letak suatu benda pada suatu waktu tertentu terhadap suatu acuan/titik acuan. Umumnya digunakan lintasan horizontal sebagai sumbu x dan titik acuannya adalah 0 (lihat gambar di atas). kedudukan di sebelah kanan titik acuan (0) ditetapkan sebagai kedudukan positif dan kedudukan di sebelah kiri titik acuan (0) ditetapkan sebagai kedudukan negatif.

Kedudukan suatu benda juga ditentukan oleh jaraknya terhadap titik acuan. Misalnya kita tetapkan titik 0 sebagai acuan. Jika kedudukan A berjarak 5 di sebelah kanan 0 maka dikatakan kedudukan A adalah Xa = 5. Kedudukan B yang berjarak 6 di sebelah kiri 0 maka dikatakan kedudukan B adalah Xb = -6. (lihat gambar di bawah)

Jarak

Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda dalam selang waktu tertentu. Jarak termasuk besaran skalar, di mana tidak bergantung pada arah dan nilainya selalu positif. Jarak memiliki pengertian yang berbeda dengan perpindahan. Sebagai contoh, lihat gambar di bawah. Misalnya, skala yang digunakan pada gambar di bawah adalah 20 m = 1 cm. Dari titik acuan 0, kamu bergerak ke kanan (ke arah sumbu +x) sejauh 100 m (pada gambar 5 cm, ingat skala 20 m = 1 cm). setelah itu kamu bergerak sejauh 100 meter ke kiri (kearah sumbu -x). Jarak total yang kamu tempuh adalah sejauh 200 m (pada gambar 10 cm).

Perpindahan

Perpindahan merupakan perubahan kedudukan suatu benda dalam selang waktu tertentu. Berbeda dengan jarak, perpindahan merupakan besaran vektor sehingga besar/nilainya bergantung pada arah. Sebagai contoh, lihat gambar di bawah. Misalnya, skala yang digunakan pada gambar di bawah adalah 20 m = 1 cm. Dari titik acuan 0, kamu bergerak ke kanan (ke arah sumbu +x) sejauh 100 m (pada gambar 5 cm, ingat skala 20 m = 1 cm). Setelah itu kamu bergerak sejauh 100 meter ke kiri (kearah sumbu -x). Besarnya perpindahan yang kamu tempuh adalah 0, karena kedudukanmu tetap atau tidak berubah meskipun kamu melakukan gerakan. Pada contoh ini, kedudukan awal dan akhirmu berada pada titik yang sama (0).

Jika belum mengerti, baca kembali secara perlahan-lahan sambil memahami konsep acuan, kedudukan, jarak dan perpindahan. Konsep ini sangat penting untuk pelajaran fisika selanjutnya, oleh karena itu kamu harus memahami dengan baik.

One thought on “Acuan,Kedudukan Jarak dan Perpindahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s