Mengembangkan Keterampilan Gerak dasar Lompat dengan permainan Tradisional

BAB I

PENDAHULUAN

a.      Latar Belakang

Dunia anak adalah dunia bermain. Bagi anak-anak kegiatan bermain selalu menyenangkan. Melalui kegiatan bermain ini, anak bisa mencapai perkembangan fisik, intelektual,emosi dan sosial. Perkembangn secara fisik dapat dilihat saat bermain. Perkembangan intelektual bisa dilihat dari kemampuannya menggunakan atau memanfaatkan lingkungannya. Perkembangan emosi dapat dilihat ketika anak merasa senang, tidak senang, marah, menang dan kalah. Perkembangan sosial bisa dilihat dari hubungannya dengan teman sebaya, menolong dan memperhatikan kepentingan orang lain.

Tidak ubahnya perilaku anak hewan liar yang bermain berlari-larian, mengejar, menerkam dan menggigit. Melalui pengalamannya bermain ini, anak hewan liar sebenarnya sedang belajar meningkatkan keterampilannya yang akan digunakannya kelak untuk mempertahankan hidupnya. Demikian pula dengan anak-anak, dimana bermain adalah pengalaman mereka yang harus dilalui. Melalui permainan ini sebenarnya mereka sedang menciptakan pengalaman, yang tidak perlu harus merepotkan dengan melarangnya untuk tidak bermain ini atau bermain itu. Biarkan mereka melakukan aktivitas sendiri yang menyenangkan itu tanpa harus terganggu oleh batasan-batasan yang kita ciptakan. Bila ini terjadi, anak akan mempeunyai sifat penakut dan bersikap ragu-ragu.

Menurut beberapa pengertian, aktivitas bermain tidak sama dengan aktivitas lainnya seperti belajar, mandi, makan dan tidur. Namun dalam bermain sebenarnya anak sedang belajar. Ciri-ciri yang membedakan itu antara lain :

  1. Aktivitas bermain bisa menimbulkan efek yang menyenangkan dan gembira.
  2. Aktivitas bermain bisa dilakukan secara spontanitas dan suka rela serta tidak ada unsur paksaan.
  3. Dalam bermain ada aturan yang diciptakan oleh pemainnya sendiri dan sifatnya insidentil.
  4. Dalam bermain anak bisa termotivasi untuk menyenangi permainan.

Keempat ciri di atas itulah yang membedakan aktivitas bermain dengan aktivitas lainnnya. Namun demikian dalam melakukan aktivitas bermain hendaknya harus mengandung unsure-unsur pelajaran. Ini di lakukan agar anak dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan, kecerdasan, emosi, dan sosial secara optimal.

Bermain tidak lepas dari gerak sehingga gerak adalah kehidupan dan apabila gerak tersebut berhenti maka kehidupannya pun akan berakhir. Dengan demikian sejalan dengan pendidikan jasmani di Sekolah Dasar, yang dimana dijelaskan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (2004 : 6) sebagai berikut:

1)      Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, percaya diri dan demokratis melalui akivitas jasmani.

2)      Mengembangkan kemampuan gerak dan ketrampilan berbagai macam permainan dan olahraga.

3)      Mengembangkan ketrampilan pengelolaan diri dalam upaya mengembangkan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani.

 b.      Rumusan masalah

Melihat dari latar belakang tersebut, permainan tradisional dapat mengembangkan ketrampilan gerak dasar bagi anak-anak pada usia sekolah dasar.

 c.       Tujuan

Dengan melihat bentuk permainan dan cara bermain, makalah ini bertujuan untuk

-  Melihat manfaat permainan tradisional itu terhadap perkembangan ketrampilan gerak dasar bagi anak-anak sekolah dasar.

- Mengembangkan tingkat koordinasi tangan dan mata dengan permainan tradisional.

BAB II

PEMBAHASAN

Olahraga tidak lepas dari permainan apalagi olahraga yang diajarkan di sekolah dasar akan selalu melekat pada permainan itu. Kita lihat contoh ketika anak bermain bola dan memperebutkan bola itu dan pada saat itu juga mereka banyak mengekspresikan gerakan lokomotor, non lokomotor dan manipulatif. Maka dari sinilah permainan memberikan kesenangan yang lebih besar pada siswa khususnya pada anak-anak. Menurut A.M Patty : ( 1991, 1-175) jenis permainan ada enam macam yaitu (1) permainan perkenalan, (2) permainan perorangan, (3) permainan beregu, (4) permainan pada uapacara pesta, (5) permainan dalam air, (6) permainan pada pramuka.

Bermain tidak lepas dari gerak sehingga gerak adalah kehidupan dan apabila gerak tersebut berhenti maka kehidupannya pun akan berakhir. Dengan demikian sejalan dengan pendidikan jasmani di Sekolah Dasar, yang dimana dijelaskan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (2004 : 6) sebagai berikut:

a.     Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, percaya diri dan demokratis melalui akivitas jasmani.

b.      Mengembangkan kemampuan gerak dan ketrampilan berbagai macam permainan dan olahraga.

c.      Mengembangkan ketrampilan pengelolaan diri dalam upaya mengembangkan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani.

Bermain bagi anak bukan hanya sekedar bermain, tetapi bermain merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran. Dalam bermain itu anak bisa menerima banyak rangsangan selain dapat membuat dirinya senang juga dapat menambah pengetahuan anak. Dalam proses belajar, anak-anak mengenalnya melalui permainan karena tidak ada cara yang lebih baik yang dapat merangsang perkembangan kecerdasan otaknya melalui kegiatan melihat, mendengar, meraba, dan merasakan, yang semuanya itu dapat dilakukan melalui kegiatan bermain. Kegiatan ini terus di rangsang agar simpul-simpul saraf pada otak tidak vakum.

Banyak jenis dan ragam permainan yang dapat di lakukan oleh anak-anak. Berikut adalah beberapa prinsip bermain sambil belajar agar anak dapat tumbuh kembang sehat dan cerdas sebagai berikut :

-          Seorang anak kecil senantiasa dalam pertumbuhan dan perubahan, pertumbuhannya ini di pengaruhi oleh lingkungan.

-          Pada dasarnya anak kecil senang sekali belajar. Tugas orang dewasa adalah mendorong, memberi kesempatan belajar dan membiarkan anak belajar sendiri.

-          Masa yang paling penting dalam kehidupan anak di mulai sejak lahir. Yaitu kecerdasan mulai terbentuk.

-          Anak kecil dapat menyerap hampir semua yang di pelajarinya dari lingkungan. Untuk meningkatkan belajar, lingkungan harus di persiapkan sehingga anak bisa bebas memilih kegiatan belajar.

-          Anak kecil belajar banyak melalui gerakan-gerakan dan gerakan ini tidak boleh dibatasi kecuali bila membahayakan dirinya.

-          Kegiatan-kegiatan sensor – motoris memainkan peran penting dalam belajar bagi anak. Semakin banyak kesempatan anak mengirim rangsangan-rangsangan sensoris ke otak semakin berkembang kecerdasannya.

 Pengertian Ketrampilan Gerak

Ketrampilan gerak adalah suatu kemampuan yang penting di dalam pendidikan jasmani dan kehidupan sehari-hari kita, salah satu progam pendidikan jasmani kepada siswa adalah agar siswa terampil dalam beraktivitas fisik. Ketrampilan gerak fisik yang diperoleh melalui pendidikan jasmani tidak hanya berjuna menguasai cabang Olahraga tertentu tapi juga untuk melakukan aktivitas dan tugas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Manusia pada kodratnya adalah benda hidup, bukan benda mati. Banda mati dapat bergerak disebabkan apabila ada gaya eksternal yang mempengaruhi benda tersebut. Sedangkan benda hidup dapat bergerak baik karena pengaruh gaya eksternal maupun karena pengruh gaya internal.

Ketrampilan gerak bagi anak-anak sekolih dasar diartikan sebagai sikap perkembangan dan penghalusan aneka ketrampilan gerak yang tentunya berkaitan dengan permainan olahraga. Ketrampilan gerak ini diupayakan untuk dikembangkan dan diperhalus agar anak dapat melakukan dengan benar dengan sesuai tenaga dan sesuai dengan keadaan lingkungan. Apabila gerakan ini sudah matang maka dilanjutkan untuk diterapkan pada suatu permainan, aneka olahraga dan aktivitas jasmani yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

 

Gambar 1. Komponen Gerakan Ketrampilan Dasar.- (Sukintaka, 2001 : 19)

Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Ketrampilan Gerak

Ketrampilan dibutuhkan proses pembelajaran yang baik karena ketrampilan perlu dilatih sejak dini. Ada suatu anggapan yang menyebutkan ketrampilan tersebut dapat dikuasai oleh hal kesenangan. Kita lihat para pesepakbola eropa sangat terampil memainkan bola karena didasari oleh bakai dan kesenangan, tidak mungkin tanpa kesenangan para pesepak bola melakukan aksi-aksi memukau dalam mengolah bola dilapangan. Maka dari itu guru pendidikan jasmani hams berupaya memberikan bimbingan kepada anak-anak, supaya para siswa dapat menguasai ketrampilan dasar dengan baik.

Gerak dasar menurut M Furqon H, (2002 – 9) merupakan pola gerak yang inheren yang membentuk dusar-dasar untuk ketrampilan gerak yang kompleks yang meliputi gerak lokomotor, gerak non lokomotor dan gerak manipulatif. Karakteristik anak berusia 6-8 tahun menurut Annario, Cowell dan Hazelton yang dikutip M Furqon H, (2002: 10-12 ) adalah sebagai berikut

a.     Karaketristik Fisiologis

1)         Reaksi lambat, koordinasi gerakannya belum baik, membutuhkan aktifitas yang menggunakan kelompok otot besar, gemar berkelahi, berburu, memanjat dan kejar-kejaran.

2)         Selalu aktif, bersemangat dan responsip terhadap suara berirama.

3)         Tulang-tulangnya lunak dan mudah berubah bentuk.

4)         Jantungnya mudah melemah.

5)         Pengendalian penginderaan dan persepsinya sedang berkembang.

6)         Koordinasi mata dan tangan berkembang dan penggunaan otot kecil belum baik.

7)         Kesehatan umum kritis, mudah sakil dan daya tahannya rendali.

8)         Gigi susu mulai bertanggalan dan tumbuh gigi tetap.

9)        Selalu aktif walaupun sedang duduk atau berdiri senang berkejar-kejaran, menjelajah dan memanjat.

b.    Karakteristik Psikologis

  1. Pumusatannya mudah beralih, tak tahan lama.
  2. Selalu ingin tuhu, suka bertanya, ingin menemukan sesuatu dan menyelidiki alam sekitarnya.
  3. Kemampuan mengendalikan organ-organ berbicaranya berkembang.
  4. Gemar mengulang aktivitas yang menyenangkan ataudisukai.
  5. Kemampuan berfikirnya masih terbatas.
  6. Hampir tertarik dengan segala hah
  7. Kreatif dan daya khayalnya tinggi

Karakteristik Sosiologis

1)    Berhasrat besar terhadap hal-hal yang bersifat dramatik yang penuh dengan gaya khayal, rasa ingin tahu dan suka meniru.

2)          Suka berkelahi, berburu, berkejaran dan memanjat.,

3)          Sesuatu itu dianggap benar bila ia setuju atau menyenangkan baginya tetapi ia kesal jika sesuatu itu idak sesuai dengan kehendaknya.

4)          Senang pada binatang piaraan, cerita-cerita dan alam sekitar.

5)          Ingin terus bermain dan terus bermain baik dalam kelompok yang terdiri dari 3 sampai 4 orang.

6)          Belum senang bila dikritik,

7)          Sukar menerima kekelahan.

8)          Suka menjadi pusat perhatian.

9)          lndividualis, bebas suka menonjolkan diri, pemberani, angkuh dan suka berpetualang.

10)              Tidak punya teman yang tetap dan suka berganti-ganti.

 C.     Jenis permainan

a.    Bermain (Play)

Bermain dapat diartikan sebagai suatu bentuk kegiatan yang sederhana dan menyenangkan. Bermain adalah kegiatan yang paling disenangi oleh anak-anak. Biasanya bermain adalah penyaluran rasa tertekan yang didapat anak dari rumah jadi sebaiknya bermain itu tertata dengan baik sehingga dapat mempunyai manfaat yang banyak.

Kalau kita lihat bermain itu adalah kegiatan yang digunakan oleh anak untuk meluaphan ekpresi, pelampiasan ketegangan dan menirukan peran orang yang ia kagumi atau yang ia jadikan guru. Jadi dengan kata lain bermain itu aktivitas yang penuh dengan nuansa keriangan yang memilki tujuan yang melekat didalamnya untuk kegembiraan dan kesenangan. Menurut Rusli Lutan (2001 : 31) yang memaparkan karakteristik ” bermain sebagai akti vitas yang dilakukan seeara bebas dan sukarela”. Beimain itu sendiri pada hakekatnya adalah suatu kesungguhan dan bersama itu pula kita melihat kesanggupan yang menyerap kosentrasi dan tenaga mereka saat melakukan aktivitas bermain itu sendiri. Jadi dengan demikian dapat kita ambil kesimpulan bahwa bermain merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh tetapi bermain bukan merupakan kesungguhan.

Disertai dengan tujuan bermain, Gusril dalam disertasinya tahun 2004. menyimpulkan bahwa tujuan anak dalam melakukan permainan dapat ditinjau dari beberapa aspek sebagai berikut : (1) aspek kognitif antara lain menambah wawasan bermain dan melatih pola pikir, (2) aspek psikomotorik antara lain terampil dalam bermain can melatih fisik anak}:, (3) menyenangkan hati, (4) aspek sosial antara lain menambah pergaulan dan keakraban, rekreasi dan agar tidak dihina. Selain itu perasaan anak setelah melakukan bermain antara lain merasa senang, gembira, hilang ketegangan, bugar dan bersemangat.

Ada berapa keuntungan yang diperoleh dari aktifitas bermain itubagi anak-anal diantaranya adalah : (1) menambah ekstra energi, (2) mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh seperti tulang, otot, dan organ-organ lainnya, (3) dapat meningkatkan nafsu makan anak tersebut, (4) berkembangnya berbagai ketrampilan yang berguna bagi hidupnya, (5) anak dapat mengontol diri, (6) raenemukan arti benda-benda yang terdapat di sekelilingnya, (7) kesempatan dapat menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap lapang dada, (8) kesempatan untuk bergaul dengan .eman temannya, (9) merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, iri hati, kecewa dan kedukaan. Sebagai pendidik ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam ktivitas bermain adalah : (1) ekstra enargi, (2) waktu yang cukup untuk bermain, (3) alat permainan yang kita butuhkan, (4) ruangan yang cukup untuk bermain, (5) tips cara bermain, dan (6) teman bermain.

b.    Permainan (games)

Pembelajaran pendidikan jasmani di SD/MI sebagian besar dikemas dalam bentuk permainan (game). Program pendidikan jasmani lebih berorientasi kepada kebutuhan siswa sebagai subyek didik dan bukan sebagai obyek didik. Oleh karena itu, metode yang digunakan menekankan pada aktivitas fisik yang memungkinkan siswa dalam suasana gembira, dapat bereksplorasi, menemukan sesuatu secara tidak langsung dan Iain-lain

Permainan adalah sebuah pintu unik meningkatkan daya intelektual anak. Mengapa demikian? Sebab, perkembangan mental dan kecerdasan anak, oahkan yang mengalami malnutrisi sekali pun tetap berkembang saat anak senang bermain di usia pra sekolah. Permainan bisa kita sebut dengan sebuah menu yang di sajikan dalam melakukan aktivius bermain, sehingga permainan adalah bagian dari bermain yang mempunyai metode atau cara tertentu sesuai situasi, kondisi, dan mempunyai peraturan-peraturan yang berlaku dan wajib di taati oleh peserta bermain itu sendiri. Dalam bermain terdapat rasa keberanian, semangat, dan kejujuran pemain itu sendiri;

Menurut Rusli Lutan (2001: 33) membagi permainan atau games tersebut menjadi 4 kategori utama :

1)                 Agon adalah permainan yang bersifat pertandingan, perlawanan dengan kesempatan yang sama unfuk mencapai kemenangan sehingga di butuhkan pekerjaan fisik yang cukup kuat.

2)        Alea adalah permainan yang mengandalkan hasil secara untung-untungan, atau hukum peluang seperti dadu, kartu, relet, dan Iain-lain. Sementara kemampuan otot tidak dibutuhkan dalam permainan ini.

3)        Mimikri adalah permainan yang memerlukan kebebasan, dan bukan kesungguhan.

4)        Illinx adalalah permainan yang mencakup penjainan yang melampiaskan
kebutuhan untuk bergerak, berpetualang, dan dinamis, lawan dari keadaan diam, seperti berolah raga di alam terbuka atau mendaki gunung.

1) Permainan perorangan

a)  Pengertian permainan perorangan

Permainan perorangan adalah permaian yang lebih menonjolkan kegiatan individu atau perorangan. Permainan perorangan ini dapat kita bagi jadi dua yaitu permainan perorangan sendirian dan permainan perorangan berhubungan. Permainan perorangan sendirian adalah permainan dimana seseorang dianggap hanya bermain seorang diri, aktif bergerak sendri dan tidak membutuhkan pemain lain dan ia tidak mempunyai kaitan apa-apa.

Disisi lain permainan perorangan berhubungan adalah dimana pemain satu dengan pemain lainya saling berhubungan, dan saling berkaitan sehingga memaksa mereka untuk saling bersaing dalam satu kompetisi. Oleh karena itu permainan ini membutuhkan lebih dari satu orang. Jenis permainan perorangan disini adalah permainan lempar sasaran, permainan egrang kaleng dan permainan lari bolak-balik.

b)  Karakteristik perorangan

Dari masing-masing individu mempunyai kualitas diri dan sifat-sifat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, sehingga ini membawa konsekuensi bahwa setiap individu mempunyai potensi yang berbeda untuk meraih keberhasilan dalam mempelajari sesuatu khususnya ketrampilan gerak tertentu. Namun sebenarnya bahwa pencapain hasil belajar bukan dominan dipengaruhi oleh sifat bawaan, tetapi juga di’pengaruhi bleh faktor lingkungan Akan tetapi perbedaan kemampuan terjadi terutama sangat dipengaruhi oleh kualitas fisik yar g berbeda-beda, dan perbedaan kualitas fisik dapat terjadi karena pengalaman setiap orang berbeda-beda.

c)  Kelebihan dan Kekurangan permainan perorangan

Kita semua mengetahui bahwa pada dasarnya permainan perorangan identik dengan permainan yang menonjolkan sikap individu. Individu tersebut diberi kebebasan untuk melakukan gerakan yang sesuai dengan hasrat atau keinginannya tanpa diberi bantuan dari teman atau orang lain.Berdasaikan uraian di atas maka pemaianan perorangan memilki kelebihan diantaranya:

a.     Meningkatkan kemandirian anak tersebut karena kemampuan murni berasal dari diri sendiri bukan bantuan dari orang lain.

b.     Dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi pada diri nak tersebut.

c.     Meningkatkan kompetisi antar siswa yang acanberimbas pada peningkatan kemampuam motorik.

Disamping itu permainan perorangan juga memiliki kelemahan:

a.     Siswa kurang memilki semangat dalam melakukan permainan apanbila permainan itu merasa sulit bagi mereka.

b.     Peningkatan hasil pennainan perorangan akan dirasakan tidak merata tergantung daripada individu tersebut.

2)  Permainan beregu

(a)   Pengertian permainan beregu

Pengertian permainan beregu adalah permainan yang dimana setiap pesertanya . harus menjadi bagain dari regu atau kelompok tersebut. Jumlah peserta regu tergantung permainan apa yang hendak dimainkan, dan tujuan dari permainan beregu selain meningkatkan gerak motorik anak tersebut tapi juga diharapkan dapat terjadi komunikasi sehingga terbina kekompakan, rasa saling memiliki, keakraban dan memupuk rasa kebersamaan. Tujuan lain dari permainan beregu ini, menciptakan suasana ang sehat dalam persaingan serta meningkatkan semangat perjuangari yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jenis permainan beregu disini adalah permainan lempar bola berpasangan, permainan egrang bakiak dan permainan scpak bola .

(b)   Karakteristik beregu

Kita semua mengetahui bahwa manusia adalah makluk sosial dimana mengandung arti bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan crang lain pengertian itu bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari karena tanpa bantuan oran lain kita tidak bisa mencukupi kebutuhan manusia. Oleh karena itu manusia harus hidup berkelompok dan membentuk suatu organisai dalam uraha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena hakekatnya manusia kemampuannya terbatas.

Kelompok adalah kumpulan bebrapa orang atau benda yang berkumpul dan atau dikumpulkan menjadi satu ikatan atau kumpulan. Sebagai kelompok manusia dimana anggotanya dapat beritregasi atau sama lain dapat berkerja sama yang baik tapi juga bisa melahirkan perbedaan dan pertentangan yang menyebabkan kelompok tersebut pecan dan bercerai berai.

Disisi lain fungsi dari kelompok juga dapat memberikan adanya suatu kepastian dan ketentuan-ketentuan tentang pelaksanaan hubungan kerja tersebut. Selain itu kelompok juga bersifat dinamis yang selalu berubah-ubah sesuai dengan keadaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kelompok pada umumnya dipengaruhi oleh dua faktor :

(1)     Internal

Faktor internal di anggap sebagai unsur penting karena manusia mempunyai kecakapan yang berbeda satu sama lain. Disamping itu komunikasi juga sangat berperan dalam membuat kelompok manusia yang dinamis.

(2)     Eksternal

Faktor ini adalah faktor lingkungan dimana kelompok harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut. Dapat kita pahami bagaimana faktor internal dan eksternal tersebut sangat mempengaruhi kelompok. Dimana untuk menjaga kelangsungan hidupnya kelompok tersebut harus senantiasa menyesuikan diri dimana kelompok itu berada.

(c)   Kelebihan permainan beregu

Permainan beregu mempunyai beberapa kelebihan diantaranya adalah:

1)             Untuk membangkitkan kepekaan diri seseorang anggota kelompok terhadap anggota lainnya dalam kelompok sshingga timbul rasa saling menghargai, saling keterbukaan dan saling toleransi.

2)             Untuk menimbulkan rasa solidaritas dari seluruh anggota kelompok sehingga timbul partisipasi yang spontan atau tidak disengaja dalam rangka mencapai tujuan bersama.

(d)   Kekurangan permainan beregu

1)            Dalam permainan dimana ada kelebihan pasti juga ada kekurangan diantaranya kekurangan itu adalah apabila siswa masuk kelompok yang kurang disukai maka akan menimbulkan perpecahan sehingga tidak terjadi kerja sama atau kekompakan.

2)     Dimana bila seorang siswa melakukan kesalahan atau hal yang merugikan kelompok tersebut maka semua anggota kelompoknya juga akan mendapat hukuman.

D.    Permainan tradisional

Permainan tradisional merupakan permainan yang telah di mainkan oleh anak-anak pada suatu daerah tertentu secara tradisi. Yang di maksud tradisi disini adalah permainan ini telah diwariskan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. Pada waktu sekarang ini mungkin sekali permainan itu tidak lagi di mainkan oleh anak-anak. Permainan yang merupakan hasil budi daya manusia pada masa lampau itu, sebenarnya telah menggairahkan anak untuk bersenang-senang dan mempunyai pengaruh yang sangat bermakna pada perkembangan anak-anak. Permainan tradisional sudah di kenalkan sejak nenek moyang kita dulu. Permainan ini tidak memerlukan biaya, bahkan sangat mudah di mainkannya. Permainan yang banyak di minati oleh anak-anak ada bermacam-macam. Ada congklak, petak umpet maupun gobak sodor. Permainan-permainan tradisional memiliki nilai positif, misalnya anak menjadi banyak bergerak sehingga terhindar dari masalah obesitas anak. Sosialisasi mereka dengan orang lain akan semakin baik karena dalam permainan dimainkan oleh minimal 2 anak. Selain itu, dalam permainan berkelompok mereka juga harus menentukan strategi, berkomunikasi dan bekerja sama dengan anggota tim. Kendalanya adalah terbatasnya lapangan di kota-kota besar, sementara banyak permainan yang memerlukan arena yang luas. Kendala besar lainnya adalah karena larangan dari orang tua. Mereka takut anak-anak mereka terluka, kotor atau kulit anak menjadi terbakar karena bermain di lapangan terbuka. Hasilnya, banyak orang tua yang memberikan mainan elektronik yang disukai anak. Padahal permainan ini cenderung membuat anak sulit bersosialisasi sehingga anak menjadi pemalu, penyendiri dan individualistis. Juga makin banyak anak menjadi obesitas karena kurang bergerak.

Memberi kebebasan secara seimbang untuk anak bermain bersama teman-temannya dapat memberikan nilai positif. Bermain dapat menjadi sarana belajar dan mengembangkan nilai EQ pada anak. Tetapi, tentu saja harus dalam pengawasan dan memberi batasan waktu yang jelas agar tidak semua waktu digunakan untuk bermain.

PERMAINAN GUNUNGAN

Permainan ini sudah lama sekali di mainkan oleh anak-anak usia sekolah dasar, baik putra maupun putri. Permainan ini sangat sederhana sekali. Tetapi dapat mengembangkan keterampilan gerak dasar pada anak-anak SD. Permainan ini lebih banyak menekankan pada aktivitas melompat. Tujuan dari permainan ini adalah

-          Mengembangkan keterampilan gerak dasar melompat

-          Mengembangkan koordinasi antara tangan dan mata

Alat-alat dan bahan :

  • Tanah lapang yang berukuran kurang lebih 6 x 4 meter.
  • Pecahan genteng atau keramik
  • Sebatang lidi

Cara bermain :

  • Membuat gambar gunungan terlebih dahulu di atas tanah yang rata dan tidak ada kerikil atau yang dapat membuat kaki cidera.
  • Setelah membuat bentuk lapangannya, kemudian siapkan pecahan genteng atau keramik sejumlah anak yang akan bermain.
  • Sekitar 5 orang peserta, telah siap dengan tanda atau biasa disebut dengan gacuk (pecahan genteng atau keramik  tadi) di kotak nomor 1.
  • Peserta di undi untuk mendapatkan giliran kesempatan untuk bermain.
  • Peserta yang mendapatkan giliran pertama siap untuk melompat dengan satu kaki secara urut tiap kotak kecuali kotak nomor 4 dan 6 peserta meletakkan kedua kakinya baik kanan maupun kiri pada kedua kotak tersebut di nomor 4 dan 6. (kotak yang terdapat gacuk tidak boleh di lompati tetapi harus di lewati dengan melangkahinya) Peserta tidak boleh menginjak garis.
  • Setelah sampai di nomor 6, peserta berbalik dengan meloncat dan melompat kembali lagi pada posisi awal. Sebelum kembali ke posisi awal, peserta harus mengambil gacuknya terlebih dahulu.
  • Ketika peserta berhasil kembali ketempat semula, ia harus melanjutkan permainan lagi dengan melemparkan gacuknya ke kotak nomor berikutnya. Dan selanjutnya melakukan lompatan lagi sampai kembali hingga sampai ke nomor 6 yang di sebelah kiri.
  • Untuk kotak nomor 4 dan 6 peserta harus meletakkan gacuknya di mulai dari sebelah kanan. Apabila gacuknya terletak di sebelah kanan pada kotak nomor 4, peserta harus mengambilnya dari kotak nomor 4 di sebelah kiri, begitu pula sebaliknya.
  • Bila sampai pada nomor 7, peserta harus mengambil dengan berbalik arah/ mengambil dengan mata tertutup. Tangan atau badannya tidak boleh menyentuh garis.
  • Peserta yang berhasil sampai pada nomor 7, ketika kembali pada posisi semula harus melemparkan gacuknya di luar busur singkaran. Peserta melompat lagi dan hingga nomor 6 , nomor 7 tidak boleh di lompati. Ia harus meraih dengan menginjak gacuknya dengan satu kaki, apabila berhasil peserta harus melemparkan lagi ke posisi semula dan kembali lompat di mulai peserta menginjak gacuknya ke kotak nomor 6 sampai kotak nomor 1.
  • Sesampainya di kotak nomor 1, peserta harus menginjak gacunya  lagi dengan kedua kakinya. Apabila gagal, peserta harus mengulanginya dari nomor 6 ketika ia mendapatkan giliran kembali.

Manfaat permainan

Ada beberapa manfaat dari permainan ini, seperti :

  1. Mengembangkan keterampilan gerak dasar melompat dan meloncat yaitu dengan melompati tiap kotak dari nomor 1 hingga nomor 7.
  2. Mengembangkan koordinasi mata dan tangan, secara otomatis ketika peserta akan melemparkan gacuknya ia menggunakan insting yang kuat agar gacuknya tepat pada kotak yang di inginkan.
  3. Melatih otot tungkai, sehingga akan didapat kaki yang terkuat. Permainan ini baik sekali untuk melatih anak-anak dalam atletik lompat jauh, lompat jangkit bahkan lompat tinggi.
  4. Melatih kejujuran, apabila kakinya meyentuh garis maka peserta dinyatakan gugur dan menunggu giliran berikutnya.

 

 

PERMAINAN GONCANG KALENG

Goncang Kaleng (atau guncang kaleng) adalah sejenis permainan dari Riau, Indonesia. Goncang Kaleng, sebagaimana namanya, memang menggunakan kaleng sebagai penentu permainan dimulai. Kaleng terlebih dulu diisi dengan beberapa butir batu kecil kemudian sisi kaleng yang terbuka ditutup kembali dengan cara dilipat atau dipenyekkan, sehingga kaleng akan berbunyi bilamana ia digoyang atau diguncang. Kaleng yang biasa digunakan adalah kaleng-kaleng yang berbahan logam dengan suara nyaring. Dulu kaleng bekas minuman ringan masih sering digunakan, namun karena kaleng minuman ringan sekarang banyak yang menggunakan bahan alumunium hingga tidak menghasilkan suara cukup nyaring, maka kini anak-anak lebih sering menggunakan kaleng bekas sardin atau kaleng susu seukuran 400 gram.

Alat dan bahan :

Ø  Kaleng bekas sardin/susu

Ø  Beberapa putir kerikil

Ø  Palu untuk membuat penyekkan  kaleng

Cara bermain :

Model permainannya sendiri hampir sama persis dengan Petak Umpet. Pemain yang kalah saat Hompimpa atau suit pertama dialah yang akan menjadi kucing atau pencari rekan-rekan lainnya yang bersembunyi disekitar lokasi permainan. Di awal permainan juga biasanya dipilih ketua tikus yang kemampuan lemparannya cukup jauh di antara rekan sepermainan, untuk melemparkan kaleng sejauh mungkin agar pasukan tikus berkesempatan bersembunyi. Kucing berkewajiban mengambil kaleng yang sudah dilempar dan kemudian meletakkannya pada daerah lingkaran pusat permainan yang biasa dibuat berbentuk lingkaran berdiameter lebih kurang satu depa. Kemudian barulah kucing diperkenankan mencari para tikus.

Sedikit perbedaan terdapat pada goncang kaleng ini ialah, setiap kucing menemukan satu tikus atau rekannya yang bersembunyi maka mereka (kucing dan tikus) berlarian merebut kaleng untuk kemudian diguncang tiga kali;

  • Bila kucing yang berhasil: ini adalah tanda kepada rekan-rekan tikus lainnya, bahwa seekor tikus telah tertangkap.
  • Dan apabila tikus yang berhasil: maka kaleng ini akan dilempar kembali oleh tikus berkaitan sejauh mungkin, untuk kemudian ia kembali sembunyi lebih aman.

Demikianlah permainan ini terus berulang, hingga mereka lelah. Tanda permainan selesai adalah mengguncang kaleng sebanyak tiga kali dan diulang hingga tujuh atau sepuluh kali dengan keras, agar rekan-rekan tikus yang sembunyi dapat mendengarnya dan kembali ke pusat permainan.

Manfaat permainan :

Permainan ini mempunyai manfaat yang begitu penting untuk perkembangan keterampilan gerak dasar. Di antaranya yaitu :

1.      Mengembangkan keterampilan gerak dasar berlari dan reaksi

2.      Mengembangkan keterampilan melempar bagi ketua tikus yang menyelamatkan anak buahnya dengan melemparkan kaleng keluar dari lingkaran.

3.      Dapat melatih kepekaan terhadap bunyi yang di hasilkan oleh kaleng dan kerikil.

BAB III

PENUTUP

Bermain tidak lepas dari gerak sehingga gerak adalah kehidupan dan apabila gerak tersebut berhenti maka kehidupannya pun akan berakhir. Dengan demikian sejalan dengan pendidikan jasmani di Sekolah Dasar, yang dimana dijelaskan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (2004 : 6) sebagai berikut:

1)      Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, percaya diri dan demokratis melalui akivitas jasmani.

2)      Mengembangkan kemampuan gerak dan ketrampilan berbagai macam permainan dan olahraga.

3)      Mengembangkan ketrampilan pengelolaan diri dalam upaya mengembangkan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani.

Ketrampilan gerak adalah suatu kemampuan yang penting di dalam pendidikan jasmani dan kehidupan sehari-hari kita, salah satu progam pendidikan jasmani kepada siswa adalah agar siswa terampil dalam beraktivitas fisik.

Permainan-permainan tradisional memiliki nilai positif, misalnya anak menjadi banyak bergerak sehingga terhindar dari masalah obesitas anak. Selain itu, dalam permainan berkelompok mereka juga harus menentukan strategi, berkomunikasi dan bekerja sama dengan anggota tim. Kendalanya adalah terbatasnya lapangan di kota-kota besar, sementara banyak permainan yang memerlukan arena yang luas. Kendala besar lainnya adalah karena larangan dari orang tua. Mereka takut anak-anak mereka terluka, kotor atau kulit anak menjadi terbakar karena bermain di lapangan terbuka. Hasilnya, banyak orang tua yang memberikan mainan elektronik yang disukai anak. Padahal permainan ini cenderung membuat anak sulit bersosialisasi sehingga anak menjadi pemalu, penyendiri dan individualistis. Juga makin banyak anak menjadi obesitas karena kurang bergerak.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.budaya-indonesia.org/iaci/Boy-boyan diakses tanggal 12 Mei 2011 pukul 19.23 WIB

http://id.wikipedia.org/wiki/Goncang_Kalengdiakses tanggal 12 Mei 2011 pukul 20.02 WIB

http://wikipedia.org/wiki/games diakses tanggal 12 Mei 2011 pukul 20.15 WIB

Gerson, Tutle.,  Hutchins, Penny., 2008 . Game Kreatif untuk Anak. Yogyakarta, Andi Publisher

Prasetyo, Dwi Sunar., 2008. Biarkan Anakmu Bermain. Yogyakarta, Diva Press.

Sukintaka,. 1992. Teori Bermain untuk D2 PGSD Penjakesrek,. BPK.

About these ads

9 thoughts on “Mengembangkan Keterampilan Gerak dasar Lompat dengan permainan Tradisional

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s